Tuduhan Makar Selama Ini Terhadap Aksi Bela Islam Adalah Fitnah Keji

Sangpencerah.id – Aksi Bela Islam 5 Mei 2017 Berjalan Dan Berakhir Damai seperti Aksi-Aksi Sebelumnya. Maka tuduhan selama ini yang ditujukan Kepada Umat Islam adalah Tidak Benar.

Aksi Berjalan Damai

Alhamdulillah Aksi Bela Islam 5 Mei 2017 

Karena kita yakin sama seperti keyakinan Panglima TNI Jenderal Gatot bahwa Umat Islam ini adalah BENTENG TERAKHIR dari Indonesia.

Apa yang dikatakan Allah dalam QS 3 :110 itu benar bahwa Umat Islam adalah Umat Terbaik yang mengajak kepada Kebaikan dan mencegah Manusia kepada Keburukan.

Aksi Bela Islam selama ini senantiasa damai, bahkan RUMPUT pun tak diinjak.

Jahatnya Fitnah Musuh Islam 

Media Asing Aseng & Musuh Islam (Negeri Barat, Sekuler, Liberal) Komunis & Kaum Munafik sangat Jahat, Mereka selalu propaganda memfitnah & menjelek-jelekan Umat Islam.

Dahulu saja Bung Tomo & Pahlawan-Pahlawan Bangsa & Agama Islam disebut Teroris. Bangsa Arab & Pribumi disingkirkan, Islam ditandai/Asingkan agar dapat diawasi.

Pandangan Berbeda Antar Pimpinan Lembaga / Instansi

Dari foto saya, mengapa pandangan Kapolri banyak Berbeda dengan Menhan & Panglima TNI berbeda menanggapi Aksi Bela Islam Selama ini ?
.
Apakah Data Intelejen Kita Berbeda ? Kalau berbeda yang mana yang Valid ?

Namun Yang harus diingat , Aparat itu Alat Negara bukan Alat Kekuasaan, Jangan Diam-Diam Bermain Politik. Tugas Aparat Mengamankan Rakyat bukan Intimidasi/Menghalangi Rakyat.  Apalagi menghalangi Hak Konstitusi Warga Negara.

Tuduhan yang tak berdasar.

Saya sebut tuduhan “Makar” pada Aksi Bela Islam Selama ini, Tidaklah Berdasar, Mengapa ? kalau “Makar” apakah Umat Islam membawa Senjata ? Apakah Ada Gerakan Militer (TNI) membantu Upaya Makar ? Makar itu tidak semudah itu. Jutaan orang ini tidak akan pengaruh.

Bahkan Panglima TNI mengingatkan jangan membuat opini menakut-nakuti Rakyat , Karena Bangsa kita ini tidak Penakut , Namun Pemberani

Kalaupun Makar itu ada , Ranah Militer Akan Masuk, tak mungkin TNI bersama Intelnya tidak mempersiapkan diri jika Isu Makar itu memang ada.

Nyatanya Panglima TNI malah tersinggung jika Aksi Bela Islam disebut Upaya Makar, Kudeta, Sebab Panglima TNI mengatakan bahwa dia juga Muslim.

Bagaimana Makar Yang Sebenarnya ?

Yang makar itu jika DPR/MPR sudah dikondisikan (orang DPR/MPR sudah siap/mendukung), Panglima TNI sudah siap mengkudeta dan ambil alih kekuasaan, Rakyat sudah bersiap mengumpulkan Massa untuk Mengepung.

Itu baru Siap Makar.. kalau yang dibawa sejadah, sorban, teriakan takbir.. ini bukan makar. Dan terbukti Track Record Aksi Bela Islam Berjalan & Berakhir Damai.

Kalau Tuduhan itu tak terbukti ? Berarti ini FITNAH yang KEJI Terhadap Agama & Umat Islam. Benar Bukan ?.

Muslim Menjaga Bangsa Indonesia

Perlu Diketahui Yang Memerdekakan & Mempertahankan, Merawat Bangsa Ini memang Bukan hanya Umat Islam tapi Mayoritasnya adalah Umat Islam.
.
Para Pahlawan Bangsa ini bukan 100% Islam (Namun Mayoritas Beragama Islam), Tapi yang merusak & menjajah Negeri ini 100% Kafir.” Fauzan Azkhan. (SP)