Pengajian Ranting Tanggung Jawab Siapa?

ilustrasi

Ust. Wahyudi Abdurrahim, Lc. MM:

Setiap kita sesungguhnya adalah dai. Kita bisa berdakwah sesuai dengan kadar kemampuan kita masing-masing.  Dakwah sendiri, intinya mengajak pada yang makruf dan melarang kepada yang munkar. Segala amalan perbuatan yang mengarah ke sana adalah bantuk dari dakwah.

Dakwah tidak hanya berlaku untuk mereka yang belum Islam. Dengan sesama muslim juga ada beban dakwah dengan cara saling mengingatkan dan nasihat menasihati dalam kebaikan dan ketakwaan.

Muhammadiyah sendiri sejak awal mengklai sebagai organisasi dakwah, yaitu gerakan dakwah amar makruf nagi nunkar. Kewajiban ini melekat pada setiap individu dan bukan hanya terpaku pada pengurus saja.

Dalwah Muhammadiyah mengalir dari pusat hingga ranting. Bahkan jika kita melihat pada syarat pendirian ranting, salah satu poin pentingnya adalah adanya gerakan pengajian ranting sebagai bukti gerakan dakwah Muhammadiyah. Dakwah di tingkat ranting menjadi tanggung jawab semua anggota Muhammadiyah, baik mereka yang menjabat sebagai pengurus atau anggota biasa, baik orang tua atau kuda.

Ketika pengajian ranting mati, sudah seyogyanya jamaah lain mengingatkan agar gerakan dakwah tetap berjalan. Bagi yang mampu segera untuk maju ke depan sesuai dengan kadar kemampuannya masing-masing. Pengajian ranting bisa saja membedah buku-buku tarjih, atau mengadakan pengajian bagi anak-anak untuk membaca al-Quran. Atau bisa juga dengan tadarus bersama dengan membaca al-Quran. Jika mereka yang tua tidak sanggup, maka Angkata Muda Muhammadiyah harus berperan.

 

Tidak perlu membuat target terlalu tinggi dengan kehadiran seluruh anggota. Hal terpenting adalah kajian bisa berjalan, berapapun anggotanya. Jika yang datang hanya dua orang, tetaplah istiqamah. Bermula dari dua orang itu, lamabat laun insyaallah akan diikuti oleh jamaah lain. Allah tidak akan melihat jumlah anggota yang datang, namun akan melihat kepada amal perbuatan yang kita lakukan. Firman allah:

{وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ}

Artinya:  Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu (QS. Attaubah: 105)
Marilah kita hidupkan pengajian ranting Muhammadiyah. Semoga Allah selalu memberkahi setiap gerak langkah kita. Fastabiqul khairat wallahu mustaan.

BAGIKAN
Berita sebelumyaSiapa Yang Intoleran Dan Anti Kebhinekaan ?
Berita berikutnyaAntara Hermeneutika Dan Ushul Fikih