PP Muhammadiyah Kecam Serangan Gas Beracun dan Rudal AS di Suriah

sangpencerah.id – Dunia mengecam keras atas serangan senjata kimia di Kawasan Khan Sheikhoun Suriah yang menewaskan sedikit 58 orang dengan 11 di antaranya anak-anak.

Negara-negara Barat pada umumnya menuding pemerintahan Presiden Bashar al-Assad sebagai pelaku utama. Namun tudingan itu dibantah oleh rezim yang balik menuduh kelompok oposisi sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Tidak lama setelahnya, Amerika Serikat meluncurkan Rudal Tomahawk ke pangkalan udara pesawat yang membawa senjata kimia tersebut sebagai respons dari serangan gas beracun di Idlib.

Melihat kondisi tersebut, berikut pernyataan sikap PP Muhammadiyah:

PP Muhammadiyah mengecam serangan gas yang dilakukan oleh pihak yang bertikai sehingga mengakibatkan jatuhnya korban tidak berdosa. PP Muhammadiyah juga mendesak PBB untuk melakukan investigasi atas serangan gas ini dan menghukum pelakunya sesuai Hukum Internasional.

PP Muhammadiyah mengecam tidakan serangan rudal Tomahawk yang diluncurkan AS ke Suriah. Serangan ini merupakan pelanggaran kedaulatan Suriah dan melanggar Hukum Internasional. Selain itu, serangan ini hanya akan memperburuk situasi keamanan di Suriah dan terutama akan membuat rakyat Suriah semakin menderita.

PP Muhammadiyah mendesak kepada negara-negara adikuasa untuk tidak menjadikan Suriah sebagai arean pertempuran (battlefield) konflik kepentingan negara-negara mereka. Hal demikian hanya akan mengorbankan rakyat Suriah dan mendorong radikalisme dan terrorisme.

PP Muhammadiyah menyerukan perdamaian kepada seluruh pihak terkait dan PP Muhammadiyah mendorong transisi damai menuju Suriah yang sejahtera, damai dan bermartabat dnegan mediasi PBB dan bukan oleh institusi level negara (redkasi/sp)