Muncul Wacana “Ahok For Bali”, Warga lebih memilih Putra Daerah. Netizen : Pemimpin Harus Beragama Hindu

Warga Pilih Putra Daerah Dan Berama Hindu

Sangpencerah.id — Masyarakat Bali menilai Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) punya kapasitas untuk menjadi gubernur Bali.

“Pak Ahok oke juga, tapi kami menginginkan putra daerah yang menjadi gubernur. Yang sudah tahu masalah dan adat budaya Bali,” kata seorang warga Nyoman Buda Atmaja pada Republika.co.id, Senin (24/4).

Hal itu dikemukakan Buda menjawab pertanyaan mengenai adanya petisi yang mendorong Ahok menjadi gubernur Bali. Ketika ditanyakan, apakah dia akan memilih Ahok bila mencalonkan diri jadi gubernur Bali, Buda sambil tertawa kecil mengatakan lebih memilih putra Bali.

“Wah kalau itu ditanyakan, saya pasti pilih Pak Rai Mantra jadi gubernur Bali,” kata Buda. Rai Mantra yang dimaksud Buda adalah Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, setelah kalah dalam Pilgub Jakarta, muncul petisi yang menggadang Ahok menjadi Bali satu. Petisi dibuat oleh Wika Ganesha yang tinggal di Perth, Australia. Dalam deskripsinya, Ahok pantas dicalonkan menjadi gubernur Bali mengingat masyarakatnya yang sangat menghormati kemajemukan.

Dihubungi terpisah Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster menyatakan tidak mau berkomentar soal petisi pencalonan Ahok. Dia menyatakan tidak punya kapasitas menilai atau mengomentarinya.

Koster adalah salah satu calon gubernur Bali dari PDIP yang namanya sudah dimunculkan oleh akar rumput partai berlambang kepala banteng moncong putih. “Tidaklah, sebaiknya saya tidak berkomentar soal itu,” kata Koster. [Republika]

Warga Netizenpun Juga Ikut Berkomentar

Akun Ida Bagus Idyana Putra : “Pulau Bali Beda Mbak, Yang mau jadi Pemimpin Harus diupacarai secara Hindu dan secara tidak langsung beagama harus hindu, bukan karena tidak toleran , tapi untuk menjaga kekuatan yang menjadi sumber daya tarik pulau kami”

Akun atas nama mirajihanafi : “kemaren umat islam disudutkan, mungkin ada beberapa warga bali yang ikut menyudutkan, sekarang mungkin dibalik keadaanya, agar warga Bali bisa ngerasain perasaan Umat muslim yang kemaren disudutkan, dan agar warga lain juga tau, kalau yang salah itu bukan Umat Muslim, karena mengerjakan perintah tuhan itu suatu kewajiban.[sp/red]