Imam Razi, Ulama Kalam Sekaligus Ilmuan Ternama

Ust. Wahyudi Abdurrahim, Lc. M.M:

 

Pernyataan ini tidak sekadar omong kosong. Ada bukti nyata bahwa seorang mutakallim juga dapat menjadi ilmuan sejati. Sebut saja misalnya Imam Razi, seorang ulama kalam dari kalanga Asyariyah. Beiau banyak menulis buku ilmu kalam Asyari, seperti Al-Arba’in fi Ushuluddin, Kitabul Qadha Wal Qadar, Ismatul Anbiya, Al-Mabahits Al-Masyriqiyyah Fi Ilmil Ilahi, Al-Mulhis Fil Mantiq Wal hikmah, Mahshl Afkaril Mutaqaddimin Wal Mutaakhirin Minal Hukama Wal Mutakallimin Fi Ilmil Kalam,  dan lain sebagainya.

 

Namun taukah Anda bahwa beliau adalah seorang dokter yang sangat ternama? Belia mengarang ِAth-Thib Al-Kabir. Beliau juga menulis buku kedokteran lainnya seperti Masa’il Fi Ath-Thib, Kitabin Fi An-Nabthi, Kitabun Fi Asyribah, Al-Jami Al-Malaki Al-Kabir, Kitabun Fi At-Tasrih Minarra’si Ila Qudum. Buku ini terkait dengan sistematika pembedahan beserta berbagai macam obatnya.

 

Selain itu, beliau juga banyak memberikan syarah dan keterangan terhadap buku-buku kedokteran karya Ibnu Sina,  tentang hijamah, yaitu Fil Qashdi Wal Hijamah, Kitabu Ath-Thib Arruhani, dan lain-sebagainya. Dalam bidang astronomi, beliau menulis buku Rasail Fi Ilmil Hai’ah. Dalam bidang Engeenering beliau mengarang buku Mushadarat Iqlidis. Dengan bukti ini, masihkan kita menuduh bahwa para ulama kalam menentang ilmu pengetahuan dan sebagai biang kerok kemunduran peradaban Islam?