Berusia 25 Tahun, Eko Menjadi Ketua PCM Termuda di Indonesia

SangPencerah.id– Seiring berkembangnya zaman,  Muhammadiyah dituntut untuk  selalu berinovasi, melangkah dan mengutkan sendi-sendi kiprahnya dalam  menopang berbagai aspek tutntutan masyarakat. Hal ini dilakukan  agar tetap bermanfaat dan tetap hidup,  seperti kata-kata   Ayahanda Prof. Amien Rais, beliau mengatakan selama Muhammadiyah ada manfaatnya untuk masyarakat. Insyallah muhammadiyah tidak akan pernah sirna dari muka bumi ini, demikian juga sebaliknya.

Salah satu aspek yang wajib dibenahi secara kontinyu adalah faktor kepemimpinan. Menyinggung masalah pemimpin, salut sekali dengan pejuang muda yang satu ini, mungkin saat ini beliu menjadi ketua  PCM termuda di indonesia  yakni 25  tahun,Karena rata-rata Ketua PCM berusia diatas 40 tahun,bahkan ada yang sudah sepuh diatas 60an tahun. Sosok pemuda yang menjadi Ketua PCM itu bernama Eko Setiyobudi. Aktivis luar biasa yang membaktikan dirinya untuk Muhammadiyah ini berasal dari Sempor, salah satu kecamatan di wilayah Kebumen.
Anak muda yang telah meraih gelar Sarjana Pendidikan Agama ini  berjuang di desa terpencil. Selain sebagai Ketua PCM, ia juga aktif sebagai Ketua Kokam Daerah Kebumen dan Kwarda HW Kebumen. Merangakak dari pelosok sebagai seorang kader, potensinya mulai tampak ketika ia mulai aktif di berbagai kegiatan-kegiatan Muhammadiyah,  sebelum  menjadi Ketua  PCM, ia selalu aktif diberbagai kegiatan sosial seperti mendirikan TPQ, Dana sosial, bencana alam dan pengurus  PAYD Muhammadiyah  Sempor.
Sikapnya yang tegas dan cepat dalam  membuat  keputusan, menjadikan Pimpinan Cabang Muhammadiyah  Sempor berkembang pesat, didampingi oleh para senior beliu saat ini sedang berusaha membangun Gedung  Dakwah Muhammadiyah Sempor, sebagai pusat dakwah Muhammadiyah.  Pada saat ini, dIbawah kepemimpinan anak muda ini PCM Sempor memiliki amal usaha yakni SD, SMP, SMK ,Panti Asuhan &  Serta Ponpes Muhammadiyah.
Eko juga sangat aktif di kegiatan seni budaya Muhammadiyah. Bersama Angkatan Muda Muhammadiyah Sempor, ia membentuk kelompok seni karawitan Jawa yang menyuguhkan lagu-lagu islami.Kelompok ini telah tampil diberbagai kegiatan.
Semoga kisah Eko ini bisa inspiratif,  khususnya bagi Angkatan Muda Muhammadiyah agar terus gigih berjuang dalam membesarkan Persyarikatan. Sosok Eko mengingatkan kita pada sosok KH.Ahmad Dahlan dan murid-muridnya, dimana saat mereka masih muda dengan semangat kuat menghimpun diri untuk mendirikan Muhammadiyah(sp/red)