Rumah Digusur, 300 Petani Karawang Menginap di Kantor PP Muhammadiyah

Sangpencerah.id – Malam ini, Jum’at (16/3) Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng Raya 62 dipenuhi petani dari Karawang. Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dan PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah ikut melayani 220 petani dan 60 anak-anak warga eks waroe laden, Karawang yang sejak 4 bulan terusir dari tempat tinggalnya karena digusur untuk daerah Industri Karawang, akhirnya mereka terlunta-lunta di Karawang.

“Kami hanya menuntut hak, rumah kami dibuldoser, teman-teman kami dikriminalisasi. Pemerintah Karawang tidak menghiraukan tuntutan kami, malah memihak pemilik industri”, curhat salah satu petani ke reporter sangpencerah.

Aula dan masjid tidak bisa menampung mereka semua. Jadi ada beberapa yang tidur di luar. Mereka sejak pagi tadi melakukan aksi di depan Istana Presiden, bersama petani Kendeng dari Rembang. Jelang malam hari meraka membutuhkan tempat untuk beristirahat agar besok bisa kembali melakukan aksi demonstrasi kembali di depan Istana. Mereka berharap agar tuntutan mereka didengarkan Pak Presiden RI.

“Ketika anak-anak yang kini tidak jelas masa depan pendidikan dan tempat tinggalnya itu, tidak ada alasan bagi Pemuda Muhammadiyah untuk tidak membantu para Mustad’afin tersebut, maka untuk sementara Pemuda Muhammadiyah membantu kebutuhan Makan 220 petani dan 60 anak-anak tersebut”, tegas Dahnil Anzar Simanjuntak.

“Besok Waroeng Dhuafa Milik Pemuda Muhammadiyah yang buka setiap Jumat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Menteng 62 Jakarta Pusat, akan kami pindahkan sementara di depan Istana Presiden untuk melayani para petani Kendeng dan petani Karawang yang sedang memperjuangkan hak hidupnya dan menagih kehadiran negara, setelah mereka mengadu kesana-kemari tanpa kejelasan penyelesaian” ungkap Abrar Aziz sebagai penanggungjawab Waroeng Dhuafa.

“Setidaknya kami Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah bisa membantu hal kecil bagi perjuangan mereka yakni menyediakan penampungan dan makanan sebagai sumber energi bagi perjuangan mereka. Kami hanya berharap, Pak Joko Widodo mendengarkan tuntutan dan harapan para petani tersebut, dan bisa merealisasikan kebijakan Pak Jokowi terkait reforma agraria dengan membagikan lahan kepada rakyat miskin, yang pernah disampaikan langsung kepada kami Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah ketika di Istana Negara beberapa waktu yang lalu”, lanjut Dahnil. (sp/red)