Pilkada DKI Jakarta, 13 Persamaan Pasangan Agus-Sylvi dan Anies- Sandi

ilustrasi

SangPencerah.id– Pilkada DKI Jakarta sudah sangat dekat, perdebatan-perdebatan dan diskusi publik pun terus terjadi di dunia maya maupun dunia nyata. Bila kita lihat lebih jauh lagi, ternyata pasangan Agus-Sylvi dan Anis-Sandi memiliki banyak persamaan.

  1. Sudah banyak yang tahu bila kedua pasangan ini sama-sama beragama Islam dan diusung partai-partai berbasis Islam, yakni PAN-PKB-PPP yang mengusung Agus-Sylvi sedangkan PKS mengusung Anies-Sandiaga Uno.
  2. Kedua pasangan ini didukung dan diusung oleh tokoh politik nasional yang sama-sama berlatar belakang militer, yakni Soesilo Bambang Yudhoyono yang mengusung dan mendukung pasangan Agus-Sylvi dan Prabowo Soebianto yang mendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
  3. Masing-masing calon dari kedua pasangan ini juga didukung penuh oleh 2 gubernur provinsi besar di pulau Jawa, yakni Pak De Karwo yang mendukung Pasangan Agus-Sylvi dan Kang Aher yang mendukung pasangan Anies-Sandiaga Uno.
  4. Kedua pasangan ini sama-sama berkompitisi dalam politik elektoral untuk menantang calon petahana, yakni Basuki Tjahaja Purnama.
  5. Calon Gubernur pasangan ini yakni Agus Harimurti dan Anies Baswedan memiliki darah keturunan Jawa, bukan hanya Jawa tetapi sama-sama Jawa
  6. Selain itu kedua calon wakil gubernur ini yakni Sandiaga Uno dan Sylviana Murni memiliki darah betawi asli, tak heran banyak yang memanggil Sylvi dengan sebutan Mpok Sylvi.
  7. Masing-masing calon gubernur dari pasangan ini berusia relatif muda, yakni kurang dari 50 tahun. Banyak kalangan mengatakan, umur ini merupakan usia produktif untuk melakukan perubahan.
  8. Kedua pasangan ini sebelumnya belum pernah menjadi kandidat dalam Pilkada DKI Jakarta. Meskipun begitu,kedua pasangan ini mengaku memiliki pengalaman lebih dan menjanjikan untuk membangun DKI Jakarta lebih manusiawi.
  9. Kedua pasangan ini juga sama-sama menolak kebijakan reklamasi, kebijakan incumbent yang banyak mendapatkan penolakan dari masyarakat dan memancing reaksi publik.
  10. Calon guberrnur  yang diusung kedua  pasangan ini merupakan cucu tokoh-tokoh besar, Agus Harimurti Yudhoyono merupakan cucu dari Letnan Jenderal  TNI Sarwo Edhie Wibowo sedangkan Anies Baswedan merupakan cucu dari tokoh nasional Abdurahman Baswedan atau yang dikenal AR.Baswedan.
  11. Kedua calon gubernur yang diusung pasangan ini merupakan lulusan  luar negeri. Anies Baswedan setelah lulus dari UGM,menyelesaikan S2 nya  di School of Public Affairs di University of Maryland dan  S3 di Northern Illionis University sedangkan Agus Harimurti Yudhoyono merupakan peraih Adhi Makayasa pada Akademi Militer tahun 2000. Sebagai perwira menengah di TNI AD dengan pangkat mayor infanteri, Agus diketahui mengantongi tiga gelar master, yaitu Master Kajian Strategi dari S Rajaratam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapore (2006), Master Administrasi Publik dari John F Kennedy School of Government, Harvard University, US, (2010), dan Master of Arts Leadership and Management dari George Herbert Walker School of Business and Technology, Webster University (2015).Selain moncer di Akmil, Agus juga menjadi lulusan terbaik di sejumlah sekolah militer, seperti Kursus Dasar Petugas Infanteri (2001), Kursus Intelijen Tempur (2001), Kursus Petugas Operasi Batalyon (2004), lulusan terbaik, dan Kursus Manuver Karir Kapten, Fort Benning (2011).
  12. Kedua calon wakil gubernur yang diusung pasangan ini merupakan BPH Universitas Muhammadiyah di DKI Jakarta. Sylviana Murni merupakan BPH Universitas Muhammadiyah Prof.Dr Hamka, selain itu Sylvi mendapatkan gelar Guru Besar (Profesor) juga dari Uhamka. Sedangkan Sandiaga Uno merupakan BPH Universitas Muhammadiyah
  13. Kedua pasangan ini juga sama-sama telah sowan dan silaturahmi ke PP Muhammadiyah maupun PW Muhammadiyah DKI Jakarta,serta berdiskusi dengan warga ‘Aisyiyah DKI Jakarta.

Meskipun memiliki banyak perbedaan, kedua pasangan ini tentu juga memiliki banyak perbedaan yang menjadi kelebihan dan kekurangan. Kembali kepada warga DKI Jakarta untuk menentukan pilihan pememimpinnya. (sp/red)