Selain Pelayan Medis, Dokter Aisyiyah Ini Juga Mengembangkan 2 PAUD dan Bimbel Gratis

Sosok Srikansi Aisyiyah Pariaman (Tengah) saat penandatanganan kerjasama dengan Polres Pariaman

SangPencerah.id- Sosok Direktur RS Aisyiyah Pariaman ini, sangat fa­miliar di lingkungan. Setiap hari, dr. Herlina  Zahar, tak pernah lepas dari ke­sibu­kannya di RS yang dipim­pinnya.

Wanita kelahiran Paria­man 1967 ini menamatkan pendidikannya pada Fa­kultas Kedokteran UNA­ND di tahun 1992. Kemudian ia mencoba mengadu nasib di ibu kota Jakarta bekerja di RS Swasta Hermina selama 7 tahun.

Terlahir dari orang tua Muham­madiyah secara tidak lang­sung membuat  Herlina juga mengikuti jejak orang tua nya sebagai kader Aisyiyah yang mulai ia tekuni se­menjak di rantau tahun 1993.

Pada tahun 1994 Her­lina mendapatkan pendam­ping hidupnya dengan suami yang berprofesi sebagai kon­traktor, meskipun sudah menapaki hidup rumah tang­ga ia tetap aktif dan berkiprah di organisasi per­himpunan wanita Muham­madiyah.

RS Aisyiyah Pariaman

“Di tahun 2008 saya diminta mengelola klinik bersalin Aisyiyah yang pada waktu itu masih berada di Kampung Perak dari sinilah perjalanan mengabdikan diri demi kepentingan um­mat, berlanjut hingga seka­rang,” aku istri Ir. Rainal Aswin ini.

Mempunyai jabatan stra­tegis di Rumah Sakit milik organisasi Aisiyah tidaklah lantas membuat Herlina terlena dan menghentikan tekadnya untuk terus ber­kontribusi kepada khalayak ramai menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.

“Selain di dunia ke­seha­tan kita juga bergerak pada pendidikan, sekarang Aisyi­yah juga memiliki dua buah PAUD gratis. Dalam pen­didikan anak usia dini, satu-satunya PAUD yang meng­gabungkan anak berkebu­tuhan khusus dan umum adalah milik Aisyiyah di Pariaman. Ke depan kita juga akan merintis Bimbel gratis dengan bayaran seikh­lasnya,” ulas ibu empat anak (Defra Yudha SP Si, Shab­rina Nashya Aswin, Shabhan M. Aswin, dan Zahra Rizqia Aswin ) ini.

Selain itu ia juga men­dirikan pengajian dengan nama majelis ilmu nurul Al Quran untuk tingkat de­wasa, dengan materi mem­bahas ilmu hadist, figih dan tafsir Al Quran. Dan ten­tunya untuk kesejahteraan para karyawan RS aisiyah, ia juga mendirikan dan menggerakkan UKM da­lam bentuk Koperasi di RS, yang juga dapat membantu taraf perekonomian masyarakat sekitar.

“RS. Aisiyah juga mem­punyai lembaga amil de­ngan nama Lazizmu Nurus Syifa, dengan kegiatan yang memberikan beasiswa pada anak yang kurang mampu disertai bantuan pengo­batan gratis, di setiap ramadan kita juga selalu mengadakan bazar murah,” tutupnya (sp/pp)

BAGIKAN
Berita sebelumyaCantiknya Gedung Baru Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Berita berikutnyaKader Muhammadiyah, Ber-IMM Secara Kaffah