Muhammadiyah Blora Membangun Pesantren Berkemajuan dan Pusat Bisnis

SangPencerah.id–  Gelora dakwah Muhammadiyah di Kabupaten paling timur Jawa Tengah seolah tak pernah padam.  Setelah Bulan September PCM Blora mengawali  pembangunan gedung RS PKU Muhammadiyah Blora, lalu Bulan November PCM Randublatung mengawali pembangunan RS PKU Muhammadiyah Randublatung, kini di awal Januari 2017 Muhammadiyah Blora kembali mengawali pembangunan Pesantren Muhammadiyah At Tajdid Unit  II. Pesantren ini merupakan pengembangan pesantren unit I yang sudah 3 tahun berdiri. Ponpes At Tajdid ini sendiri merupakan sekolah kader Muhammadiyah yang dirintis PDM Blora.

(baca : Milad Muhammadiyah ke-107, RS PKU Muhammadiyah Blora Membangun Gedung Baru) dan (Milad ke-37, RS PKU Muhammadiyah Cepu terbaik di Blora hingga di Jateng)

Sukses mengembangkan SMP dan SMA Muhammadiyah At Tajdid di kawasan Tambakromo Cepu sejak Tahun 2013, kini pesantren dibawah binaan PDM Blora ini mengawali pembangunan pesantren terpadu di Jalur strategis Cepu-Purwodadi, tepatnya di tanah wakaf milik PDM Blora yang berlokasi di Betekan,Desa Ngraho,Kecamatan Kedungtuban.

baca juga ( Bupati Blora Bangga, Muhammadiyah Punya RS Andalan Hingga Sekolah Daihatsu Pertama di Indonesia ) dan ( Dalam Sehari, Dua RS PKU Muhammadiyah di Jawa Tengah Siap Berdiri)

Acara peletakan batu pertama dilakukan pada Rabu (4/1) kemarin. Acara ini sendiri dihadiri kurang lebih  200 warga Muhammadiyah dan umum, PDM Blora,PCM dan PCA se-Kabupaten Blora, Kokam Cepu dan Kedungtuban serta Forkonpincam Kedungtuban. Pada sambutannya, Direktur Pondok At Tajdid  memaparkan tentang sejarah awal mula berdirinya Pondok di tahun 2013, berawal dari 21 santri yang tinggal di atas tanah wakaf seluas 450 M dengan  4 lokal ruang, kemudian berkembang hingga ratusan pada Tahun 2016.  Santri ini berasal dari berbagai penjuru mulai Jatim, Jateng, Jabar, bahkan yang terjauh dari Sumatera Utara dan Kalimantan Utara. Santri-santri ini menempati Ponpes At Tajdid seluas 1250 m2.

Pada Tahun 2017 ini pondok mempunyai program besar yaitu pertama realisasi menuju sistem pesantren yg ideal yaitu dengan membuat pesantren putra dan putri terpisah. Pembangunan unit II ini menempati lahan seluas 5.010 m2. Rencananya disini akan dibangun 1 masjid, 1 rumah pengasuh, ruangan kelas untuk santri, 3 lokal asrama serta ruko-ruko bisnis dibagian depan. Ruko pusat bisnis ini dibangun karena letak pondok   pesantren yang sangat berdekatan dengan jalur strategis.

Selain membangun ponpes unit II dan ruko-ruko bisnis, pesantren ini juga mengembangkan pesantren unit I agar representatif.  Estimasi dana untuk membangun ini semua mencapai 3,5 M, sedangkan  panitia masih kekurangan 2,5 M.

“Meskipun masih banyak kekurangan dana, kami tetap optimis untuk terus melangkah. Insya Allah tetap ada jalan”, ujar Ustad Alif Firmansyah, Pengasuh Ponpes At Tajdid. Bagi donator yang ingin memberikan infaq atau wakaf terbaik bisa di kirimkan ke 0215-01-000266-56-2, BRI a/n PPMM At Tajdid, konfirmasi ke 085225124235 (Ust.Aang) dan 085728495365 (Ust.Saifudin) atau Telepon ke (0296)4269044. (sp/af)

 

BAGIKAN
Berita sebelumyaMenteri Perdagangan : Merasa Harga Cabai Mahal, Tanam Cabai di Rumah !
Berita berikutnyaAhok : Merubah Indonesia ?