Berjuang di Basis Tionghoa, Kiprah Aisyiyah Singkawang Semakin Terang

SangPencerah- Berdakwah di daerah mayoritas Tionghoa, kiprah Aisyiyah Kota Singkawang semakin terang. Masyarakat Singkawang sendiri mayoritas merupakan etnis Tionghoa Hakka/Khek yang mencapai 50 %, sisanya Dayak, Melayu, Jawa dan sebagainya. Menjadi minoritas didaerah ini, Aisyiyah tak patah semangat.

Hal ini disampaikan oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah, Henri Tri Purwati dimana di tahun 2016 telah banyak program yang telah dilaksanakan.

“2016 program yg sudah terlaksana bidang kesehatan adalah pelayanan kes melalui klinik aisyiyah yg merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama/FKTP. Dimana telah terdapat laboratorium, layanan persalinan, layanan gigi, pemeriksaan IVA unt mendeteksi adanya gejala kanker servik,” uajrnya, Rabu (4/1/2017).

Selain bidang kesehatan masih banyak bidang lain yang juga menjadi perhatian Aisyiyah di kota Singkawang.

“Bidang pendidikan TK ‘Aisyiyah ya yang semakin berkembang. Kegiatan lain seperti baksos pada saat milad, pengajian rutin mingguan, melalui baitul arqam dan kegiatan sosial lainnya,” katanya.

Pada tahun 2017 ini diakuinya berbagai kegiatan dan capaian ditahun sebelumnya akan ditingkatkan lebih baik lagi.

Selain itu ada pula kegiatan pusat yang akan diimplementasikan di Kota Singkawang. “Untuk 2017 program unggulan selain melanjutkan kegiatan di tahun sebelumnya, ada program community TB-HIV care program dari pimpinan pusat ‘Aisyiyah untuk dilaksanakan oleh pimpinan daerah ‘Aisyiyah Kota Singkawang melalui dana global fund,” tutupnya

Klinik Aisyiyah Singkawang

klinik ‘AISYIYAH merupakan salah satu Amal Usaha Bidang Kesehatan dengan nama BKIA yang telah dirintis sejak tahun 1970an oleh pimpinan cabang ‘AISYIYAH, dalam kurun waktu perjalanannya mengalami berbagai macam kendala seperti kekurangan ketanagakerjaan (SDM), sarana dan prasarana yang kurang mendukung sampai dengan pendanaan. kondisi itu yang menjadi tantangan ‘AISYIYAH di Kota Singkawang, awal tahun 2012 BKIA mengalami perubahan yang signifikan dan di Revitalisasi menjadi Klinik ‘Aisyiyah yang sekarang ini kita jumpai. (sp/ja)