Warga Non Muslim Juga Menikmati Ambulan Gratis Muhammadiyah

Ambulan Lazis Muhammadiyah Kabupaten Semarang

SangPencerah.id– Kiprah gerakan kemanusiaan yang dilakukan Muhammadiyah tak pernah ada habisnya, hal ini juga terhadi di Muhammadiyah Kabupaten Semarang. Melalui Lazismu, Muhammadiyah Kabupaten Semarang terus  bekerja siang dan malam, membumikan gerakan filantropi  kepada setiap insan tanpa melihat perbedaan golongan.

Kerja-kerja kemanusiaan pun telah dilakukan oleh Lazis  Muhammadiyah Kabupaten Semarang,  Tidak hanya berbagi uang Lazis pada kaum dhuafa, kegiatan dakwah kreatif pun terus dilakukan, seperti diantaranya : program bedah rumah, gerakan berbagi 5000 liter bahan bakar kendaraan bermotor untu guru-guru, gerakan berbagi  1000 Al Qur’an, gerakan infak 10000 sandal untuk masjid dan musholla, gerakan perbaikan dan kebersihan masjid dan musolla, pengobatan gratis dan yang paling fenomenal adalah pemberdayaan masyarakat difabel.

Baca juga : Gerak Muhammadiyah Kabupaten Semarang : Dari Infaq 1000 Qur’an hingga Infaq 10000 Sandal

‘Si Putih”, Ambulan Lazis Muhammadiyah Kabupaten Semarang juga sangat dirasakan kebermanfaatannya oleh masyarakat. Masyarakat di  perkotaan hingga di pelosok Kabupaten Semarang banyak yang memanfaatkan untuk berobat, atau kebutuhan mendesak lainnya  Tak Segan-segan, ambulan Lazismu ini mengantar hingga ke Solo,  Magelang, Kota Semarang dan banyak tempat lainnya.  Saat arus mudik maupun balik Lebaran berlangsung, berhari-hari ambulan ini juga membuka posko kemanusiaan di kawasan Tol Semarang-Solo.

Baca: (  BTM : Berkat Muhammadiyah Saya Bisa Menjadi Walikota Jayapura)   baca juga : ( 75 % Siswanya Non Muslim, Indahnya Toleransi di SMP Muhammadiyah Serui )

Lazismu dalam memberikan layanan dan pengabdian bukan hanya untuk jamaah muhammadiyah atau Islam saja, tapi juga melampaui lintas geografis bahkan juga lintas iman. Seperti misalnya Pada Februari  yang lalu, ambulan Lazismu mengantar jenazah Mbah Sumirah (80 tahun) di TPU Pundung Putih. Meskipun Mbak Sumirah  adalah non muslim, tapi keluarga Mbak Sumirah meminta pertolongan kepada Muhammadiyah dan  Ambulan lazismu tetap memberikan pelayanan terbaik. Baik itu mengantar kerumah sakit untuk berobat, mengantar untuk pemakaman, atau kondisi-kondisi darurat tertentu, Lazismu Kabupaten Semarang selalu siap.

“Kami memberikan pelayanan kepada siapapun, tanpa membeda-bedakan latar belakang sosial, suku, ras maupun agama. Kami ingin Muhammadiyah sebagai Islam yang rahmatan lil alamin”, ujar Ust.Zaenal Abidin, Ketua Lazis Muhamamdiyah Kabupaten Semarang.

(baca juga  : Muhammadiyah Salurkan Listrik Gratis Pada 1064 Rumah di Daerah Non Muslim NTT)

 Apa yang terjadi pada Mbak Sumirah hanyalah sebagian  kecil dari bentuk toleransi yang ada di Muhammadiyah. Ribuan amal usaha Muhammadiyah yang lain, sudah terbiasa mempraktikan teleransi terhadap umat agama yang berbeda, dalam kehidupan sehari-hari.  (sp/ja)