Pemuda Muhammadiyah : Era Jokowi, Kinerja KPK Mulai Dipertanyakan

​Sikap Resmi Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Terkait Hari Antikorupsi

“Radikalisme” Lawan Korupsi. “Antitoleransi” Terhadap Koruptor.

Dalam Rangka hari Antikorupsi yang diperingati Pada 9 Desember 2016. Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah ingin menyampaikan beberapa evaluasi terkait pemberantasan korupsi dan sikap Antikorupsi Pemerintah Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. Serta suasana kebatinan sikap Antikorupsi Masyarakat Indonesia.

Pertama. Pemuda Muhammadiyah menilai upaya pemberantasan praktek korupsi di era kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla mengalami keterlambatan yang significant, terutama terkait dengan peran KPK RI, fenomena menurunnya kepercayaan Publik terhadap KPK terkait masih banyak Kasus korupsi besar yang belum bisa dituntaskan oleh KPK RI. Kasus Century, Kasus BLBI, Kasus Reklamasi dan Rumah Sakit Sumber Waras, sama sekali belum terlihat titik Terang penyelesaiannya. Bahkan, Khusus untuk Kasus Reklamasi dan Sumber Waras KPK terkesan tersandera dan ragù bertindak. Bangun, ditengah turunnya kepercayaan Publik tersebut, sesungguhnya Publik masih sangat Berharap KPK segera mengembalikan kepercayaan Publik tersebut dengan melakukan akselerasi dengan berani penyelesaian kasus-Kasus besar tersebut, termasuk Reklamasi dan RSSW yang mendapat atensi tinggi dari Publik Indonesia. Bila KPK Terang dan Tegas, Pemuda Muhammadiyah meyakini Publik Akan berdiri kokoh mendukung KPK.

Kedua. Gerakan Antikorupsi bagi Pemuda Muhammadiyah selama Ini masih menjadi Gerakan sporadis, politis dan formalistik atau Gerakan pidato diatas panggung, belum menjadi Gerakan massa, sehingga Pemuda Muhammadiyah mentoring Gerakan Antikorupsi menjadi Gerakan Kebudayaan yang melibatkan semua kelompok masyarakat. Dimana ada kesadaran kolektif untuk lawan korupsi secara Berjamaah. Membangun tradisi Antikorupsi di semua sektor kehidupan. Oleh sebab itu Pemuda Muhammadiyah secara konsisten membangun tradisi radicalisme lawan korupsi, antitoleransi terhadap koruptor. Pendekatan Kebudayaan harus dijadikan jalan membangun Gerakan Antikorupsi. Membangun tradisi Antikorupsi. Habit Antikorupsi dalam kehidupan seluruh Anak negeri.

BAGIKAN
Berita sebelumya​Mantan Pimpinan KPK Ungkap Bobroknya Keuangan Pemprov DKI 
Berita berikutnya​Nasyiatul ‘Aisyiyah Galang 1000 Mukena Untuk Aceh