Muhammadiyah di Tanah Papua Saja Bisa Mendirikan Minimarket…….

Kampus Mart, STKIP Muhammadiyah Sorong saat awal diresmikan (Foto: Drs. Rustamadji, M.Si)

SangPencerah.id-  Tak kalah dari Muhammadiyah di tempat lain seperti di Metro, Surabaya, Bandung, Kediri, Lamongan, Ponorogo, Pekalongan dan banyak tempat lain  yang sudah memiliki mini market sebagai  amal usaha ekonomi, Muhammadiyah di Papua Barat juga tak tinggal diam untuk memperkokoh pilar ketiga Muhammadiyah, setelah pendidikan dan kesehatan.

Muhammadiyah Papua Barat, tepatnya STKIP Muhammadiyah Sorong saat ini telah memiliki minimarket yang lokasinya berada dilingkungan kampus.

“Kampus Mart”, merupakan amal usaha STKIP Muhammadiyah Sorong selain kafetaria yang sudah lama berkembang.  Baru saja diresmikan pada April 2016 yang lalu, Kampus Mart menyediakan segala kebutuhan, khususnya kebutuhan mahasiswa.

Keberadaan Kampus Mart ini mendapat respon positif dari Mahasiswa maupun masyarakat sekitar kampus. Mereka tak harus pergi jauh-jauh ke Kota Sorong untuk memenuhi kebutuhan. Kampus Mart terletak di Kabupaten Sorong yang beribukota di Aimas, sedangkan biasanya mahasiswa sering pergi jauh ke Kota Sorong untuk memenuhi keperluannya.

Cemilan produk STKIP Muhammadiyah Sorong
Cemilan produksi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah STIKIP Muh Sorong

“Kami ingin melatih mahasiswa untuk berwirausaha, ada beberapa keunggulan dari Kampus Mart ini, diantaranya  produk-produk yang kami jual relatif lebih murah, halal dan keuntungannya untuk kemajuan STKIP dan perkembangan Muhammadiyah Papua Barat”, ujar Rustamadji, Ketua STKIP Muhammadiyah Sorong.

Minimarket Muhammadiyah ini juga menjual produk-produk dari warga Muhammadiyah. Misalnya saja Cemilan-cemila dan makanan ringan yang diproduksi anak-anak IMM.

Bukan hanya Muhammadiyah di Sorong saja yang memiliki AUM Ekonomi, menurut Madi, pembaca setia media Sang Pencerah, Muhammadiyah di Jayapura juga memiliki AUM Ekonomi yang berbentuk Toko Mu.

Jika Muhammadiyah di Tanah Papua saja  bisa mendirikan Minimarket, Muhammadiyah ditempat lain yang memilik sumber kekuatan lebih harus bisa menggerakkan AUM Ekonomi ini. Semoga. (sp/ja)