Mahasiswa Kristiani Muhammadiyah Gelar Perayaan Natal Bersama

Mahasiswa Kristiani STIKOM Muhammadiyah Jayapura Menggelar Natal Bersama

SangPencerah.id-Menyambut Natal Tahun 2016, Mahasiswa di beberapa Kampus-Kampus Muhammadiyah menggelar Natal bersama.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Muhammadiyah, Jayapura mengadakan ibadah Perayaan Natal bersama, Sabtu (17/12/2016). Saat perayaan, Ketua BEM Simeon  Murib mengajak belajar mengasihi sesama mahasiswa di kampus tanpa memandang suku dan agama.

“Dalam suasana Natal ini saya mau sampaikan bahwa kampus tempat kita menuntut ilmu adalah kampus yang didirikan Muhammadiyah,” ujarnya. Namun, lanjutnya, kebanyakan mahasiswa yang kuliah beragama Nasrani atau Kristen dan Katolik.

Senior Mahasiswa STIKOM Muhammadiyah Jayapura, Muhamad Sabda Nawarasa mengungkapkan, Natal bersama yang digelar mahasiswa STIKOM Muhammadiyah Jayapura merupakan contoh toleransi untuk masyarakat Papua dalam beragama. “Pancasila ada di Papua karena di luar sana banyak terjadi perpecahan agama yang luar biasa,” ujarnya.

Perayaan Natal bersama ini juga dilakukan Mahasiswa Kristiani di STKIP Muhammadiyah Sorong, bila Natal bersama di STIKOM diselenggarakan oleh BEM dan MPM, Natal bersama di STKIP Muhammadiyah Sorong diselenggarakan oleh Persekutuan Mahasiswa Kristen STKIP Muhammadiyah Sorong.

Gelaran Natal bersama yang bertajuk “Natal Oikumene” STKIP Muhammadiyah Sorong ini digelar  Senin (12/12), di Hotel Handayani. Acara Natal bersama Mahasiswa Kristen STKIP Muhammadiyah Sorong ini sudah digelar setiap tahun.

Menyikapi Natal bersama Mahasiswa Kristiani Muhammadiyah ini, umat Islam di kampus-kampus ini juga sangat dewasa. Tidak  ikut campur, tidak terlibat, mengintimidasi maupun mengganggu kegiatan yang dirayakan Mahasiswa. Natal bersama di STKIP Muhammadiyah Sorong sering dilakukan dihotel-hotel, di luar kampus

“Toleransi bagi saya adalah membiarkan orang lain melaksanakan ajaran agamanya, sementara kami tidak mencampuri apalagi mengganggu. Alhamdulillah, di Kampus kami mayoritas Nasrani, namun aman dan tenteram saja. Muhammadiyah sangat welcome bagi mereka, dan mereka juga sangat care dan menerima kami”, ujar Drs. Rustamadji, M.Si Ketua STKIP Muhammadiyah Sorong kepada SangPencerah.id. (sp/aj)