Aktivis HAM Ribut Soal Patung Budha, Bungkam Terhadap Genosida Muslim Rohingya

sangpencerah – Penurunan Patung Budha di Wihara Tanjungbalai beberapa waktu lalu menimbulkan reaksi dari mereka yang mengaku para penggiat HAM dan toleransi mereka menilai hal tersebut sebuah tindakan intoleransi dan melanggar HAM

Wakil Ketua Setara, Bonar Tigor Naipospos mengatakan penurunan Buddha ini dapat mengancam keberagaman dan sebenarnya tak perlu dilakukan karena berada di lokasi rumah ibadah.

Bonar khawatir kejadian serupa dapat terjadi di tempat lain, jika aparat dan pemerintah di daerah ‘tunduk’ pada kelompok intoleran.

Patung Buddha Amitabha ini diturunkan pada Kamis lalu (27/10), diturunkan atas kesepakatan pemerintah kota Tanjung Balai, Ormas Agama dan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB).

Namun di saat yang sama para penggiat HAM ini bungkam terhadap kekejaman militer budha myanmar yang melakukan kekerasan brutal dan sebuah pelanggaran HAM berat terhadap Muslim Rohingya di Myanmar

Militer Myanmar Membunuh Bayi dan Memperkosa Wanita Muslim Rohingya

Negara bagian Rakhine Myanmar meletus dalam kekerasan selama akhir pekan terakhir, Northern Rakhine yang merupakan rumah bagi minoritas Muslim Rohingya dan berbatasan dengan Bangladesh menjadi wilayah operasi militer Myanmar

Pada Sabtu malam, aktivis Rohingya upload yang menunjukkan mayat delapan orang mengenakan pakaian sipil termasuk seorang bayi, korban meninggal hari itu di dekat desa Dar Gyi Zar dengan beberapa luka peluru

Kebangkitan kekerasan di Rakhine barat telah diperdalam dan rumit krisis yang sudah menimbulkan tantangan penting untuk pemerintahan baru yang dipimpin oleh aktivis demokrasi Aung San Suu Kyi.

Nasionalis Buddha telah menentang langkah apapun untuk memberikan mereka kewarganegaraan, mengklaim Rohingya adalah imigran ilegal dari Bangladesh meskipun akar panjang sejarah mereka di negara ini.

Lonjakan terbaru dalam pertempuran datang sebagai citra satelit baru dirilis oleh Human Rights Watch pada hari Minggu menunjukkan bukti serangan pembakaran massal terhadap desa-desa Rohingya.

Analisis mereka menunjukkan lebih dari 400 bangunan dibakar di tiga desa Rohingya di mana pertempuran telah berlangsung.

Diyakini lebih ratusan muslim rohingya telah meninggal akibat kekerasan yang dilakukan oleh Pemerintah Myanmar.

Lalu masihkan para Penggiat HAM itu bersikap standar ganda yakni mempersoalkan penurunan patung budha di tanjung balai namun menutup mata terhadap praktek genosida yang dilakukan pemerintah budha dan militer myanmar terhdap muslim rohingya.(sp)

silahkan baca juga terkait

Derita Muslim Rohingya Potret Ummat Islam Ditindas Ketika Hanya Minoritas