Pertama di Indonesia, Muhammadiyah Tulungagung Kembangkan Taman Baca di Pasar Tradisional

Wabup Tulungagung saat meresmikan Taman Baca Sang Pencerah
Wabup Tulungagung saat meresmikan Taman Baca Sang Pencerah

SangPencerah– Data dari sebuah perguruan tinggi di Amerika sangat mengejutkan, dari 61 negara yang di survey dan diumumkan pada Maret lalu, ternyata minat membaca masyarakat Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara.  Hal itu tentu saja mengundang keprihatinan bagi umat Islam Indonesia, khususnya Muhammadiyah.

Menghadapi masalah ini, Muhammadiyah sebagai ormas Islam terdepan telah jauh-jauh hari mengantisipasi dan mengatasi masalah literasi yang memprihatinkan.  Misalnya saja organisasi otonom Muhammadiyah, IPM , saat ini mulai gencar membudayakan literasi dikalangan pelajar Muhammadiyah maupun masyarat umum. Perpustakaan jalanan pun digelar diberbagai daerah, tujuan utamanya menghidupkan budaya membaca dikalangan masyarakat Indonesia.

Salah satu aktivis PWM DIY juga memiliki cara unik  untuk menghadapi masalah kemalasan membaca, David Efendi dosen JIP UMY ini membentuk Rumah Baca Komunitas, mengadakan beberapa kegiatan seperti diskusi isu aktual, bedah buku, hingga menggelar perpustakaan gratis yang digelar di Alun-Alun Kidul Yogyakarta, setiap hari Ahad.

Cara unik yang lain juga diterapkan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tulungagung, Jawa Timur.  PCM Tulungagung mendirikan Taman Baca “Sang Pencerah”  di Pasar Wage. Taman baca  ini merupakan Taman Baca pertama di Indonesia yang di gelar di pasar tradisional. Taman Baca Muhammadiyah (TBM) Sang Pencerah di resmikan Wakil Bupati Tulungagung, Muhammad Athiyah, SH, tepatnya  30 Desember 2011. Belakangan taman baca ini kemudian diikuti dengan pendirian taman baca di Pasar Solo, Pasar Wonokromo Surabaya dan Pasar Besar Tanah Abang Jakarta.

Inisiatif pendirian taman baca di pasar sendiri datang dari PCM Tulungagung dan didukung UPT. Perpustakan Daerah Tulunggagung.  Lima tahun berdiri, ternyata respon masyarakat sangat luar biasa “Alhamdulillah, Taman Baca Muhammadiyah ini terus berkembang dan respon masyarakat sangat luar biasa, selain dapat mendidik masyarakat untuk gemar membaca, taman baca ini juga sangat efektif dalam membentuk kharakter masyarakat pasar, baik itu para pedagang, tukang becak, juga sopir-sopir”, tutur Bapak Marsudi, Ketua PDM Tulungagung periode 2010-2015 Ketika di hubungi SangPencerah.com. Beliaupun menambahkan, bahwa taman baca ini pun bukan sekedar menjadi tempat membaca,  tetapi juga menjadi tempat penitipan anak-anak .

Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Muchlas Arkanuddin memberikan apresiasi terhadap taman baca ini, “Apa yang dilakukan Muhammadiyah Tulungagung merupakan sesuatu yang luar biasa dan dapat menjadi contoh bagi tempat lainnya,  bisa terus dikembangkan dan kemungkinan bisa menjadi binaan MPI PP Muhammadiyah”, ujar sosok ramah yang juga menjadi Pembantu Rektor di UAD ini kepada SangPencerah.com. 

Buku-buku yang disediakan di taman baca Sang Pencerah ini juga sangat bervariatif, ada buku mengenai pengetahuan umum, agama, hoby, anak-anak dan sebagainya, bagi pembaca media SangPencerah.com yang ingin mendonasikan buku untuk taman baca ini bisa menghubungi SangPencerah.com via email atau inbok di fans page FB untuk kami hubungkan dengan Muhammadiyah Tulungagung. Taman baca ini meskipun sekilas hanya amal usaha yang sederhana, tetapi ini menjadi metode dakwah kreatif  dan memiliki efek yang luar biasa. Semoga menginspirasi untuk Muhammadiyah di  daerah lainnya. (redaksi/jwt)