Fatwa Tarjih Muhammadiyah Tentang Ucapan Selamat Natal dan Perayaan Natal Bersama


Sang Pencerah –
Tentang ucapan “Selamat Hari Natal” dan hukum mengikuti perayaan Natal bersama, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerbitkan fatwa yang persis sama dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia. Diantara kandungan fatwa tersebut ialah ” “Umat Islam diperbolehkan untuk bekerjasama dan bergaul dengan umat-umat agama dalam masalah – masalah keduniaan serta tidak boleh mencampuradukkan agama dengan aqidah dan peribadatan agama lain seperti meyakini Tuhan lebih dari satu, Tuhan mempunyai anak dan Isa Al Masih itu anaknya. Orang yang
meyakininya dinyatakan kafir dan musrik.

Poin pertama mengikuti perayaan natal bersama bagi ummat islam adalah Haram hukumnya dalam konteks ini, perayaan Natal di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari perkara-perkara akidah tersebut di atas.
 
Poin Kedua mengucapkan Selamat Natal dianjurkan untuk tidak dilakukan karena merupakan bagian dari perkara kegiatan perayaan Natal, agar Umat Islam tidak terjerumus kepada perkara syubhat dan larangan Allah swt. Islam mengajarkan kepada
umatnya untuk menjauhkan diri dari dari hal – hal yang syubhat dan dari
larangan Allah SWT serta untuk mendahulukan menolak kerusakan daripada
menarik kemaslahatan.

( Fatwa – Fatwa Tarjih, Cetakan VI, 2003 hal.209-210)

berikut preview nya :

BAGIKAN
Berita sebelumyaHari Ibu : Menolak Feminisme Sejak Dahulu
Berita berikutnyaJokowi: Hanya di Indonesia, Islam dan Demokrasi Berjalan Beriringan