Pernyataan Sikap DPD IMM Jawa Barat Terhadap Miss World

Bismillahirrahmanirrahiim.
Menanggapi ajang Kontes kecantikan (Miss World) yang akan digelar pada bulan September di Jakarta-Bali mendatang, Immawati Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Provinsi Jawa Barat mengambil sikap menolak tegas penyelenggaraan tersebut.  Dengan dasar sebagai berikut:
1. Dalam sejarahnya, Miss World adalah kontes kecantikan yang awalnya dilakukan untuk mempromosikan bikini model baru di Inggris oleh pendiri sekaligus pemilik yayasan Eric Morley tahun 1951. Pada tahun keduanya dilakukan pengembangan dengan menyelipkan misi kemanusiaan. Namun, pengubahan format ini tidak mengubah format kegiatan dimana setiap kontestan akan menggunakan bikini di atas panggung. Tahun ke tahun, peminat ajang ini merambah ke berbagai negara yang tentu saja setiap negara tersebut membeli lisensi dari Miss Wold pusat,sehingga ini pun menjadi ajang bisnis bermodel franchise. Tahun 2005,foto-foto para kontestan yang sedang (maaf) bugil sedang berada di ruang pengukuran baju didepan para petugas pemberi baju Laki-laki beredar diinternet. Tidak cukup dengan ini, banyak foto-foto serupa para kontestan MissWorld ketika dikarantina yang berbau pornografi yang beredar di internet. Latar belakang dan format acara yang sangat mengeksploitasi perempuan ini mendapatkan reaksi protes dari berbagai kalangan agama dan masyarakat di luar negeri. Belumlagi dikaitkan dengan komersialisasi, maka Immawati DPD IMM Jabar, sebagai garda terdepan perempuan di masyarakat kampus, menganggap komersialisasi perempuan adalah tindakan yang menurunkan harkat dan martabat perempuan.
2. Immawati sebagai komponen Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, yang berupaya mewujudkan masyarakat kampus menjadi Islam yang sebenar-benarnya, menganggap bahwa eksploitasi perempuan tidak sesuai dengan Islam. Islam sangat memuliakan perempuan dengan mensejajarkan perempuan dalam pengembangan diri, agama, dan keilmuan. Lewat ajang ini, perempuan hanya akan dijadikan pajangan, tidak lebih sebagai alat penglaris saja, dan tak ubahnya ketika masa jahiliah sebelum kedatangan Islam.
3. Immawati menganggap bahwa Indonesia adalah negara mayoritas Islam terbesar. Dengan dilaksanakannya ajang ini di Indonesia, maka dapat merendahkan martabat Islamdan dapat menimbulkan kesalah pahaman kepada masyarakat dunia bahwa Islam diIndonesia membiarkan ajang eksploitasi perempuan.
4. Miss World yang memiliki orientasi bisnis dapat menimbulkan perilaku konsumtif, hedonis,dan materialistis kepada generasi muda Indonesia.
5. Miss World dengan semboyannya “Beauty with purpose” dapat mengantarkan generasi muda kepada pemikiran bahwa kecantikan dan keindahan dinilai melalui fisik (yang sebenarnya bersifat relatif dari berbagaisisi) dan tingkat pendidikan. Hal ini dirasakan dapat membuat tingkat frustasi generasi muda terhadap fisik dirinya serta tingkat pendidikannya semakin meningkat.
6.  Tema kegiatan yang diangkat di Indonesia adalah “Shows Indonesian beauty to the world”. Dengan eksploitasi fisik perempuan, maka yang akan terjadi sebenarnya adalah“shows Indonesian beauty to the world trough shows women phisics beauty  to the world”. Pertunjukan keindahan Indonesia kepada dunia lewat Pertunjukan keindahan fisik perempuan kepada dunia, yang sejatinya keindahan Indonesia adalah anugerah yang Maha Kuasa,begitu pula keistimewaan perempuan. Keduanya indah, keduanya harus dijaga namun dengan bentuk penjagaan dan perlakuan yang berbeda.
Alam raya Indonesia yang dikenaldengan ibu pertiwi, dimana anak manusia nya membiarkan perempuan-perempuan,calon ibu masa depan dieksploitasi dan diperlakukan dengan tidak beradab, maka tegakah kita melihat Ibu pertiwi menangis kehilangan kehormatannya?
Na’udzubillah min dzalik.
Billahi fii Sabilil Haq, FastabiqulKhairat
Bid. IMMawati DPD IMM Jawa Barat
Nur Syamsi Dhuha, S.Farm.
Email: dpdimmjabar@yahoo.com
BAGIKAN
Berita sebelumyaBagaimana Hukum Jenggot dan Cadar dalam Islam ?
Berita berikutnyaBagaimana Hukum Memotong Rambut Bagi Perempuan ?